BALAI TNRAW MENYELENGGRAKAN PENANDATANGAN PERJANJIAN KERJASAMA (PKS) DENGAN MASYARAKAT KELOMPOK NELAYAN SAMATURU

162

TATANGGE, (02 MEI 2019) Dalam rangka meningkatkan kemitraan konservasi, Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai menyelenggarakan acara penandatangan perjanjian kerjasama (PKS) dengan kelompok binaan TNRAW yang bernama “Kelompok Nelayan Samaturu”.

Dengan adanya kerjasama ini, Kepala Balai TNRAW, Bapak Ali Bahri, S.Sos, M.Si berharap agar terjalin sinergi yang baik antara pihak balai TNRAW dengan masyarakat sekitar kawasan yang memanfaatkan hasil hutan bukan kayu (hhbk), beliau juga menambahkan bahwa acara ini dirangkaikan dengan pemberian materi  seputar budidaya kepiting kepada kelompok nelayan samaturu, agar nelayan lebih faham mana kepiting yang bisa diambil dan mana yang sebaiknya tidak diambil guna keperluan keberlangsungan kepiting tersebut, karena poin utama dari konservasi adalah terjaminnya ekosistem secara berkelanjutan.

Acara penandatangan PKS ini di isi oleh 3 narasumber dari dinas kelautan dan perikanan provinsi Sulawesi tenggara yaitu Bapak Muh. Faried Syahrani, S.St.pi, M.P selaku Kepala Seksi Pelayanan Usaha Budidaya Ikan DKP Sultra, Bapak Suryanto Tosepu, S.St.pi dan Bapak Fajri Subhany S.St.Pi selaku Staff Bidang Perikanan Budidaya dan P2HP DKP Sultra.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi antara pihak balai tnraw, kelompok nelayan samaturu serta narasumber, terkait kendala-kendala yang dihadapi para nelayan di lapangan, sehingga diharapkan dari diskusi ini, lahirlah solusi atas permasalahan yang terjadi dilapangan dan agar nelayan lebih faham tentang budidaya kepiting yang baik dan berkelanjutan.

Pada sesi diskusi, ketua kelompok nelayan samaturu, Bapak Herman, mengatakan bahwa “dulunya sebelum ada illegal logging tambak, kami dapat menghasilkan sampai 10 kilo dalam satu hari namun ketika ada illegal logging kini kami hanya mampu menghasilkan 4-5 kilo dalam sehari sehingga kami berharap bahwa dengan adanya kerjasama ini, pihak balai TNRAW dan nelayan dapat bersama-sama memantau illegal logging tambak.” Selain itu ia juga menambahkan bahwa kegiatan hari ini semoga dapat meningkatkan pengetahuan kelompok nelayan samaturu sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan nelayan.

Acara penandatangan PKS yang dilakukan oleh balai tnraw dan kelompok nelayan samaturu ini disaksikan oleh Kepala Desa Lanowulu, Kepala resort lanowulu serta Kepala Seksi Pelayanan Usaha Budidaya Ikan DKP Sultra.

Di akhir acara, Kepala Balai TNRAW kembali menegaskan bahwa yang terpenting dari kerjasama ini adalah adanya komitmen dari kelompok nelayan samaturu sehingga apapun masalah yang terjadi nantinya dapat di selesaikan dengan baik jika sedari awal kita mempunyai komitmen untuk menjaga keberlangsungan tambak kepiting.Sumber :

Riska Pratiwi Sahrum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here