Puluhan Kerbau Liar Lenyap dari Habitat Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Kerbau liar yang dilepas di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TN-RAW) Kabupaten Konawe Selatan dan Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), sudah menghilang.

“Selama dua tahun terakhir, kami tidak pernah lagi melihat habitat kerbau yang biasanya berkubang dan memakan rerumputan di padang savana ini,” kata salah seorang sopir bus antarkota Kendari menuju Bombana, Yono, yang setiap hari melewati pintu kawasan TN-RAW, di Kendari, Senin (21/9).

Baca Juga : 16,5 Hektar Padang Savana di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Terbakar, Diduga akibat Puntung Rokok

Menurut Yono, habitat kerbau jinak yang sengaja diliarkan itu sebagai bagian program Pemerintah Provinsi Sultra sejak tahun 1999 merupakan program pengembangan ternak di daerah ini.

Ia mengatakan, lima tahun lalu habitat kerbau liar itu sudah mencapai lebih dari 20 ekor, dari 10 ekor yang pernah dilepas mantan Gubernur Sultra keempat, La Ode Kaimoedin (almarhum).

“Kalau kerbau itu tidak terusik oleh warga masyarakat yang menyerobot kawasan dan melakukan perburuan satwa rusa (Cervus timorensis) di taman nasional itu, mungkin habitatnya sudah lebih dari 50 ekor karena kerbau betina produktif, setiap tahun pasti melahirkan anak,” katanya. Sementara itu, mantan Kepala Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Tumar Effendy juga menyayangkan peristiwa itu. Tumar Effendy mengatakan, bila masyarakat di kawasan taman nasional itu masih menemukan kerbau itu harus menjaga dan melestarikan, bukan justru sebaliknya, menangkap. Sebab, beberapa tahun lalu ada warga yang sengaja menangkap dan memotongnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Exit mobile version