Sekditjen KSDAE Resmikan Tower CCTV Deteksi Dini Kebakaran Hutan TNRAW

66

TATANGGE, (6/3/2019) Dalam rangka pengendalian Kebakaran Hutan, Kementerian LHK melalui Direktorat Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE telah memasang dua kamera Closed Circuit Television (CCTV) pendeteksi dini kebakaran hutan di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.

Pengoperasian CCTV Deteksi Dini kebakaran ini secara resmi di buka oleh Sekditjen KSDAE, Ir. Herry Subagiadi M.Sc yang ditandai dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti.

Dalam sambutannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Herry Subagiadi mengatakan, CCTV ini sebagai alat pendeteksi titik panas atau titik kebakaran yang pertama dipasang di Indonesia khusus dipasang di Kawasan Konservasi dan merupakan pilot project untuk pengembangan kawasan konservasi lain, sehingga dapat membantu percepatan petugas dalam memadamkan api serta mengurangi luas kebakaran di TNRAW.

Manfaat lain dari adanya kamera pemantau ini, juga dapat membantu pihak terkait Kepolisian dan Pemda dalam rangka membantu tugas dan fungsinya. Untuk itu TNRAW akan membuka kerjasama dengan pihak lain apabila membutuhkan informasi dalam penggunaan CCTV tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai TNRAW, Ali Bahri, S.Sos., M.Si menjelaskan, untuk pengoperasian dan monitoring penggunaan CCTV ini nanti akan dihubungkan ke Manggala Agni Daops Tinanggea sehingga dapat melakukan monitoring bersama, untuk itu dalam beberapa waktu kedepan BTNRAW akan melakukan pelatihan operator bagi tim Manggala Agni Daops Tinanggea.

Selain itu untuk tahapan selanjutnya, lokasi pemasangan Tower pemantau tersebut akan dipagar keliling demi keamanan alat. Kepala Balai pun berharap dengan adanya CCTV ini dapat membantu seluruh pihak untuk dapat bekerja cepat dalam pengendalian kebakaran kawasan TNRAW.

Berdasarkan data dari Balai TNRAW sepanjang tahun 2018 luas lahan savana yang terbakar mencapai 2.677,1 hektar.

Launching penggunaan CCTV pendeteksi dini kebakaran hutan ini dihadiri pula Camat Lantari Jaya, Camat Tinanggea, Polres Bombana, Kapolsek Tinanggea, Kapolsek Lantari Jaya, Danramil Rumbia, Manggala Agni Daops Tinanggea dan beberapa Kepala Desa sekitar kawasan serta Tokoh masyarakat TN Rawa Aopa Watumohai, Kasi Wilayah, Ka Resort lingkup TNRAW dan seluruh staf Balai TNRAW.

Prinsip kerja CCTV monitoring kebakaran hutan menggunakan aplikasi INSIGHT GLOBE (aplikasi pendekteksi suhu panas) dan aplikasi SMOKE UI (aplikasi pendeteksi asap)

Sumber :

Indra Anggrana Wijaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here